Berjuang menggunakan karya sastra. Wujud dari perjuangan Chairil Anwar sebagai salah satu pejuang pemuda Indonesia adalah dengan menggunakan karya sastra. Dalam sejarah Indonesia, nama Chairil Anwar telah diakui sebagai sosok penulis puisi andal yang memulai karier di bidang sastra pada 1942. Karya sastra pertama yang ditulisnya bertajuk Nisan 4.Analisis puisi "senja" karya Chairil Anwar Senja Di Pelabuhan Kecil Ini kali tidak ada yang mencari cinta Di antara gudang, rumah tua, pada cerita Tiang serta temali, kapal, perahu tiada berlaut Menghembus diri dalam mempercaya mau terpaut Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepek elang Tema. Tema pada puisi "Aku" karya Chairil Anwar adalah menggambarkan kegigihan dan semangat perjuangan untuk membebaskan diri dari belenggu penjajahan, dan semangat hidup seseorang yang ingin selalu memperjuangkan haknya tanpa merugikan orang lain, walaupun banyak rintangan yang ia hadapi. Berdasarkan analisis ini dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu: (1)Pemanfaatan atau pemilihan bunyi-bunyi bahasa yang dipergunakan dalam Puisi Kerikil tajam dan yang Terampas dan yang Putus karya Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan resepsi siswa terhadap puisi "Diponegoro". Sumber data dari penelitian adalah 20 siswa SMP. Sedangkan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data resepsi atas puisi "Diponegoro" karya Chairil Anwar dan buku serta artikel jurnal yang mempunyai keterkaitan Puisi Chairil Anwar bukanlah puisi yang iseng sendiri. Ruh puisinya telah mengembara jauh. Lukisan Chairil Anwar karya Gusti Solichin dalam Pameran Seni Rupa Koleksi Nasional #2 "Lini Transisi" di Galeri Nasional, Jakarta, Kamis (29/8/2019). Puisi semacam "Diponegoro", "Persetujuan dengan Bung Karno", atau "Krawang-Bekasi Puisi "Diponegoro" Karya Chairil Anwar. . Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali. Berselempang semangat yang tak bisa mati. Kepercayaan tanda menyerbu. Sudah itu mati. Menyediakan api. Maju. Buku ini berisi sajak-sajak terkemuka Chairil Anwar yang dihiasi dengan ilustrasi. Dari kumpulan sajak ini tercermin perjuangan yang tak pernah padam dan terus membahana dalam perjalanan waktu. Meski ia telah lama pergi, karya-karyanya masih dapat kita nikmati hingga sekarang. Sesuai judul bukunya, kumpulan puisi ini terdiri dari 2 bagian: E0Am5FE.